Senin, 23 Januari 2012

lagu lama....

Pagi itu sudah terparkir sebuah mobil didepan kantor ketika aku baru saja datang agak kesiangan karena harus menata kegiatan dulu untuk pembenahan dirumah... mak deg... lha kok sepagi ini si bos kok sudah datang?... biasanya paling pagi jam sembilan lebih dikit, tapi pagi ini kok begitu pagi...eh..  ketika aku masuk kantor lha kok masih belum ada orang.... ternyata dan ternyata hanya mobilnya thok ...orangnya tidak ada. setelah kucari informasi dari sopirnya ternyata si bos sama anak dan istrinya masih ngelencer entah kemana.......
ternyata lagu lama masih dipakai si bos...... meski orang tidak ada mobil diparkir didepan kantor untuk meden-medeni anak buah ..ha ha ha ha ha ha.....

Kamis, 29 Desember 2011

Susahnya ngecor terakhir......





Halal dan Haram

Dunia persepakbolaan Indonesia sepanjang tahun ini diwarnai berbagai kekisruhan, mulai dari pemain, suporter, wasit maupun jajaran kepengurusannya. Memang sepak bola merupakan olah raga yang sangat populer dinegeri ini, mulai dari pelosok  kampung hingga di kota besar setiap timnas main pasti jadi bahan pembicaraan.
Ketika kita bicara bola sekarang ini tidak lepas dari PSSI yang menaunginya yang semakin hari semakin runyam dan tidak pernah tahu akan dibawa kemana? dan sudah masuk ranah agama karena dalam kompetisi tertinggi yang sedang digelar timbul kompetisi halal dan kompetisi haram.
Dulu di era Nurdin Halid kompetisi Liga Primer Indonesia (Sekarang Indonesia Primer League) dianggap haram karena di luar kendali PSSI yang dimotori Arifin Panogoro, Sekarang malah di balik di jaman pengurus baru ini Indonesia Super Liga (ISL) dianggap haram,

Sebenarnya haram tidaknya sepak bola tergantung bolanya itu sendiri karena suatu bola dibuat dari bahan apa dulu, kalau bola tersebut dibuat dengan kandungan minyak babi atau sejenisnya pastilah haram, untuk itu MUI yang punya wewenang mengeluarkan fatwa haram halal harus turun tangan dan kayaknya bola-bola sekarang ini harus diberi label halal MUI....jadi tidal ada kompetisi yang halal dan haram karena bahannya sudah halal he he he hehe.....

Senin, 26 Desember 2011

Tidak Sebanding Persiapannya

Hari itu Sabtu, 24 Desember 2011 tepat 12.41 mobil alphart RI 30 tiba di depan masjid KH Bedjo Darmo Leksono kopleks RS UMM. memang sesuai agenda setelah menjadi keynote speech di ruang theather Dome UMM lantai Basement, menteri Kesehatan langsung menuju Proyek Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang yang berlokasi di Jalan Raya Tlogomas Malang.
Dengan di dampingi Wakil Gubernur Bapak Saifullah Yusuf, Ibu menteri kesehatan menyusuri lorong gedung utama kke belakang menuju gedung Rawat Inap Kelas 3, yang ternyata jalan yang dilewati tidak terpikirkan jika melewati jalan yang penuh kubangan air. memang jalan yang dipersiapkan memang ada beberapa alternatif yaitu melalui teras gedung utama berjalan kearah timur lalu ke selatan menuju ke gedung rawat inap kelas 3, atau alternatif ke 2 yaitu alphart RI 30 berhenti  tepat di depan gedung rawat inap kelas tiga kemudian turun masuk kedalam untuk melihat bantuan dari kementrian kesehatan berupa bed. atau alternatif ke 3 yaitu hanya keliling mengitari kompleks RS tanpa turun.....


Ternyata alternatif-alternatif tadi mbleset semua. tidak sebanding persiapan yang tanpa henti mengurug jalan dengan ratusan truk sirtu untuk membuat jalan lingkar ternyata tidak dilewati........

Rabu, 14 Desember 2011

Parang Tejo

Tidak seperti biasanya, kalo mau "berpetualang" pasti memerlukan persiapan yang matang, tidak kali ini...meski hari sabtu ketika kegiatan sedang padat-padatnya mendadak si "boss" ngajak keliling berpetualang menyusuri jalan kampung yang masih mac adam untuk melihat Coban Parang Tejo yang lokasinya di wilayah kecamatan Dau Kabupaten Malang. Dengan pakaian kantor sehari-hari sepatu pantopel Gabino yang tidak pernah disemir dengan membawa kamera saku jadilah berangkat..
Sekitar jam 13.30 dengan mengendarai Taft N 369 BW yang dikemudiakan oleh sang Bos sendiri dan ditemani pak Agus yang biasanya berperan sebagai sopir untuk kali ini duduk dibelakang ditemani Pak Kusmayanto anggota Koramil Dau yang katanya selama dinas di Malang juga belum pernah malihat Coban Parang Tejo.
Dengan kecepatan sedang mobil taft abu-abu meluncur menyusuri berhektar-hektar kebun jeruk yang terlihat  "cemolong" sehingga menggoda orang lewat untuk memetik dan dimakan apalagi saat cuaca panas saat ini,
Memang daerah Desa Selorejo, Gading Kulon dan disekitarnya terkenal dengan kebun jeruknya....

Setelah sekian lama menyusuri jalan mac adam dan sedikit jalan tanah asli akhirnya kami sampai dipertigaan jalan yang kata si bos disinilah kita berhenti dan jalan kaki untuk menjangkau coban. seperti pagunungan-pegunungan yang ada kami susuri pematang-pematang tegalan yang kanan kiri tertanami macam sayur mayur, naik turun dan akhirnya sampailah pada titik yang kami tuju sebuah air yang mengucur dari ketinggian lebih dari 90 meter yang diterpa angin yang kencang menyebabkan bias air yang menyerupai kabut.
Coban bisa diartikan air terjun.
Air terjun Parang Tejo terletakdi Dusun Princi Desa Gading Kulon. Letaknya sangat strategis, berbatasan dengan kota Batu tepatnya dusun Tlekung Junrejo Batu. Terletak dilereng Gunung Batok dan berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 100m dengan kucuran air yang halus. •Berhawa sejuk- dingin, dikelilingi oleh lempengan patahan lapisan bumi yang menakjudkan, memiliki aura pemandangan yang indah, memiliki jalan yang bekelok-kelok, menyusuri patahan lapisan bumi yang nampak jelas yang termasuk lapisan bumi muda. •























Rabu, 26 Oktober 2011

Sombat-sambat Ora Sumbut

Pamomong

24 Oktober 2011 | 01:00 wib
Share :Facebook Twitter
Budaya Mengeluh


image

Oleh: Diantika PW

MENGELUH, rasanya sudah membudaya di kalangan masyarakat kita. Simak saja di berbagai jejaring sosial, kata-kata keluhan, umpatan, hingga cacian mewarnai dinding-dinding para pemilik akun. Entah keluhan yang di tujukan untuk teman kerja, tetangga, sistem pemerintahan, hingga mengeluh untuk dirinya sendiri.

Seperti sebuah kebiasaan, mulai dari bangun tidur saja kalimat keluhan sudah terlontar. Ada-ada saja hal dan cara keluhan mereka, misalnya saja jika hendak mengawali hari Senin. Seperti yang saya kutip dari beberapa status teman di facebook yang menuliskan, "Kenapa ya ada hari Senin," atau "Lagi-lagi Senin," dan "I hate monday!"

Padahal, semakin mengeluh dan memikirkan suatu ketidaksenangan, justru akan semakin menariknya ke dalam kehidupan kita. Tak ubanya hukum tarik menarik atau dikenal dengan konsep Law of Attraction yang dipopulerkan di buku best seller "The Secret".

Kebudayaan Jawa pun sejatinya telah mengajarkan kita untuk selalu bersukur dan menjaga keharmonisan dengan alam. Memaknai dan memberi warna istimewa terhadap hasil yang telah diperoleh. Kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan orang lain dan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga. Ini merupakan presentasi kebudayaan Jawa yang senantiasa diselaraskan dengan alam dan kaya makna dalam ranah kehidupan sosial.

Tanpa disadari, tak sedikit seseorang yang banyak berpendapat, tetapi kurang pendapatan (produktivitasnya). Dalam idiom Jawa disebut, "sombat-sambat ora sumbut". Artinya, banyak mengeluh tetapi tidak sepadan (dengan usahanya). Sadarkah bahwa bersyukur akan jauh lebih melegakan ketimbang mengeluh?

Ada berbagai hal untuk menaklukan sifat buruk ini.

1. Hari ini, sebelum mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
2. Sebelum mengeluh tentang rasa dari apa yang hendak disantap, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan
3. Sebelum mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan
4. Sebelum mengeluhkan pasangan, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup
5. Sebelum mengeluh tentang kehidupan kita, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
6. Sebelum mengeluh tentang anak-anak, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
7. Di saat tengah lelah dan mengeluhkan pekerjaan, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.
8. Sebelum menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa.

Alam sebenarnya mempunyai inteljensi luar biasa yang mampu memahami niat dan isi hati kita tanpa ada batasan cara. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (Al Quran, Ibrahim, 14:7)