ternyata lagu lama masih dipakai si bos...... meski orang tidak ada mobil diparkir didepan kantor untuk meden-medeni anak buah ..ha ha ha ha ha ha.....
Blog-e Kunthil............
Senin, 23 Januari 2012
lagu lama....
ternyata lagu lama masih dipakai si bos...... meski orang tidak ada mobil diparkir didepan kantor untuk meden-medeni anak buah ..ha ha ha ha ha ha.....
Rabu, 11 Januari 2012
Masjid KH Bedjo Darmo Leksono
Kamis, 29 Desember 2011
Susahnya ngecor terakhir......
Halal dan Haram
Ketika kita bicara bola sekarang ini tidak lepas dari PSSI yang menaunginya yang semakin hari semakin runyam dan tidak pernah tahu akan dibawa kemana? dan sudah masuk ranah agama karena dalam kompetisi tertinggi yang sedang digelar timbul kompetisi halal dan kompetisi haram.
Dulu di era Nurdin Halid kompetisi Liga Primer Indonesia (Sekarang Indonesia Primer League) dianggap haram karena di luar kendali PSSI yang dimotori Arifin Panogoro, Sekarang malah di balik di jaman pengurus baru ini Indonesia Super Liga (ISL) dianggap haram,
Sebenarnya haram tidaknya sepak bola tergantung bolanya itu sendiri karena suatu bola dibuat dari bahan apa dulu, kalau bola tersebut dibuat dengan kandungan minyak babi atau sejenisnya pastilah haram, untuk itu MUI yang punya wewenang mengeluarkan fatwa haram halal harus turun tangan dan kayaknya bola-bola sekarang ini harus diberi label halal MUI....jadi tidal ada kompetisi yang halal dan haram karena bahannya sudah halal he he he hehe.....
Senin, 26 Desember 2011
Tidak Sebanding Persiapannya
Dengan di dampingi Wakil Gubernur Bapak Saifullah Yusuf, Ibu menteri kesehatan menyusuri lorong gedung utama kke belakang menuju gedung Rawat Inap Kelas 3, yang ternyata jalan yang dilewati tidak terpikirkan jika melewati jalan yang penuh kubangan air. memang jalan yang dipersiapkan memang ada beberapa alternatif yaitu melalui teras gedung utama berjalan kearah timur lalu ke selatan menuju ke gedung rawat inap kelas 3, atau alternatif ke 2 yaitu alphart RI 30 berhenti tepat di depan gedung rawat inap kelas tiga kemudian turun masuk kedalam untuk melihat bantuan dari kementrian kesehatan berupa bed. atau alternatif ke 3 yaitu hanya keliling mengitari kompleks RS tanpa turun.....
Ternyata alternatif-alternatif tadi mbleset semua. tidak sebanding persiapan yang tanpa henti mengurug jalan dengan ratusan truk sirtu untuk membuat jalan lingkar ternyata tidak dilewati........
Rabu, 14 Desember 2011
Parang Tejo
Rabu, 26 Oktober 2011
Sombat-sambat Ora Sumbut
Pamomong
Budaya Mengeluh
Oleh: Diantika PW
MENGELUH, rasanya sudah membudaya di kalangan masyarakat kita. Simak saja di berbagai jejaring sosial, kata-kata keluhan, umpatan, hingga cacian mewarnai dinding-dinding para pemilik akun. Entah keluhan yang di tujukan untuk teman kerja, tetangga, sistem pemerintahan, hingga mengeluh untuk dirinya sendiri.
Seperti sebuah kebiasaan, mulai dari bangun tidur saja kalimat keluhan sudah terlontar. Ada-ada saja hal dan cara keluhan mereka, misalnya saja jika hendak mengawali hari Senin. Seperti yang saya kutip dari beberapa status teman di facebook yang menuliskan, "Kenapa ya ada hari Senin," atau "Lagi-lagi Senin," dan "I hate monday!"
Padahal, semakin mengeluh dan memikirkan suatu ketidaksenangan, justru akan semakin menariknya ke dalam kehidupan kita. Tak ubanya hukum tarik menarik atau dikenal dengan konsep Law of Attraction yang dipopulerkan di buku best seller "The Secret".
Kebudayaan Jawa pun sejatinya telah mengajarkan kita untuk selalu bersukur dan menjaga keharmonisan dengan alam. Memaknai dan memberi warna istimewa terhadap hasil yang telah diperoleh. Kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan orang lain dan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga. Ini merupakan presentasi kebudayaan Jawa yang senantiasa diselaraskan dengan alam dan kaya makna dalam ranah kehidupan sosial.
Tanpa disadari, tak sedikit seseorang yang banyak berpendapat, tetapi kurang pendapatan (produktivitasnya). Dalam idiom Jawa disebut, "sombat-sambat ora sumbut". Artinya, banyak mengeluh tetapi tidak sepadan (dengan usahanya). Sadarkah bahwa bersyukur akan jauh lebih melegakan ketimbang mengeluh?
Ada berbagai hal untuk menaklukan sifat buruk ini.
1. Hari ini, sebelum mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
2. Sebelum mengeluh tentang rasa dari apa yang hendak disantap, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan
3. Sebelum mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan
4. Sebelum mengeluhkan pasangan, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup
5. Sebelum mengeluh tentang kehidupan kita, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
6. Sebelum mengeluh tentang anak-anak, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
7. Di saat tengah lelah dan mengeluhkan pekerjaan, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.
8. Sebelum menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa.
Alam sebenarnya mempunyai inteljensi luar biasa yang mampu memahami niat dan isi hati kita tanpa ada batasan cara. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (Al Quran, Ibrahim, 14:7)





