Minggu, 05 Juni 2011

Ekspresi





banyak ekspresi yang ditunjukkan ketika hari menjelang sabtu sore.....

Masjid K H Muhammad Bedjo DarmoLeksono





oleh Ari Budhianto pada 21 Mei 2011 jam 10:49

Hari ini menurut rencana Masjid yang berada di kompleks Rumah sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang akan diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Bapak Prof. Dien, Masjid yang bergaya tiongkok ini diberi nama Masjid KH. Muhammad Bedjo DarmoLeksono. yang merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah Malang.

Muhammad Bedjo lahir pada tanggal 22 Juli 1909/4Rajab 1327 H di Malang dari ayah Darmalaksana dan Ibu Sarirah. Beliau menikah dengan Shufinah dan hingga akhir hayatnya tidak dikaruniai anak kandung. Namun Bedjo mengangkat lima anak yang diasuhnya hingga dewasa.

Selama Belajar di Wustho Muballighin, beliau di bimbing oleh KH Nur Yasin dan Syeh Ali Kudus. Beliau mengaji kitab-kitab penting seperti Jurumiyah, Tafsir a-Jalalayn, Safinah, Asullam dan Taqrib. Setelah lulus beliau melanjutkan sekolah di Tabligh Schooll dibawah asuhan KH Badawi. disana, Bedjo mengaji Tafsir Al-Thabari, Jawahir al-Bukhari, Hidayatul Mursyidin, Mursyidul Amin, Miftahul Khitabah wal - Wa'adh dan Safinantun Najah. Sedangkan ilmu falak diperolehnya dari Siradj Dahlan.

Bedjo aktif di Muhammadiyah sejak remaja menjadi anggota HW, sebagai guru Madrasah Diniyah Malang, dan ikut merintis Sekolah Menengah Islam yang akhirnya menjadi SMP Muhammadiyah.

Pada awal pendirian Universitas Muhammadiyah Malang, Bedjo menjadi Pembina dan Pengawas serta aktif sebagai Ketua Cabang Muhammadiyah Malang, lalu dipercaya sebagai Konsul Muhammadiyah Daerah Malang dan Anggota Pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur.

Bedjo tidak hanya berdakwah melalui mimbar-mimbar masjid tetapi juga di sekolah, melalui siaran radio bahkan tulisan-tulisan kritis di media massa. Tulisan yang fenomenal berjudul "Tentang Islam Sentoloyo" di Suara Muhammadiyah sempat membuat majalah ini di bredel oleh Presiden Soekarno.

Kepemimpinannya yang Kharismatis dibangun dari pengetahuan keislaman yang mendalam dan selalu memiliki argumentasi berdasarkan sumber-sumber yang otoritatif, Al-Quran dan Hadits hingga akhir hayatnya pada tahun 1986. (Sumber: Siapa & Siapa 50 Tokoh Muhammadiyah Jawa Timur, 2005)

Selasa, 10 Mei 2011

H. Usman Junaidi Menangkan Pilkades Tegalgondo

Senin, 02 Mei 2011 14:19

http://www.malang-post.com/images/stories/Metro%20Raya/0305-foto-a.gifKARANGPLOSO-Teka-teki siapa yang bakal menjadi Kepala Desa (Kades) Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, terjawab sudah. Dalam proses perhitungan pemilihan kepada desa (Pilkades) yang baru rampung sekitar pukul 20.00 pada Minggu malam kemarin, H Usman Junaedi atau nomor urut empat, berhasil mengantongi suara terbanyak dari lima rivalnya yakni 916.
Seperti prakiraan sebelumnya, bakal ketatnya persaingan perolehan suara antara calon nomor empat dengan calon nomor urut dua, benar terbukti di Pilkades yang memiliki enam dusun itu. Bahkan, hingga perhitungan kotak pemilih terakhir, dua dari enam kandidit saling kejar-mengejar perolehan dukungan dari masyarakat.
Hanya saja di penghujung perhitungan, dominasi Usman bakal memimpin Desa Tegalgondo, mulai terlihat. Apalagi, di pertengahan kotak terakhir yang tersisa, selisih suara antara keduanya cukup signifikan.
Dari enam calon, nomor urut satu atas nama Sucipto Eko mendapat suara 315. Sementara nomor urut dua mendapat 871 suara, nomor urut tiga mendapat 373 suara, nomor urut empat mendapat 916 suara, nomor urut lima mendapat 564 suara dan nomor urut enam atau Siti Rahayu mendapat 471 suara.
Dalam perhitungan itu, sebanyak 96 suara dinyatakan tidak sah. Dari total peserta yang hadir sebanyak 3606 suara, terhitung sebanyak 954 hak pilih tidak hadir di pemilihan Minggu pagi. Sementara Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Desa Tegalgondo, sebanyak 4560 suara.
“Dengan telah rampungnya Pilkades, kami semua berharap kondisi masyarakat bisa kembali normal. Bahkan, semua kembali sebagai keluarga besar warga Desa Tegalgondo. Sehingga, sikap saling dukung mendukung yang sebelumnya terjadi selama proses Pilkades, sudah melebur dan kembali seperti hari-hari biasa,” kata Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Tegalgondo, Muhammad Arifin. (sit/jon)